Pendaftaran Mahasiswa Baru

Sejarah Kampus Kridawisata

I. Pusat Pendidikan & Pelatihan Pariwisata YANG PERTAMA DI LAMPUNG PERIODE : 1990 – 1991

1 Agustus 1990 pukul 19.30, bertempat di Aula Wisma Bandar lampung, PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PARIWISATA KRIDAWISATA, diresmikan kegiatannya oleh Ketua Yayasan Krida Utama. Maka dimulailah kegiatan pendidikan Pariwisata yang PERTAMA di Lampung. Selanjutnya kegiatan pendidikan yang diikuti oleh 167 peserta didik dengan Program Satu Tahun ( D I ) berlangsung di kompleks SMEA Gajah Mada, Jl. Soekarno – Hatta, Way Halim , Bandar Lampung. Setelah mendapatkan kuliah teoritis oleh Staf Kanwil Pariwisata Lampung dan Staf Hotel Sahid Lampung, ke 167 peserta didik melaksanakan kegiatan ON THE JOB TRAINING dibeberapa hotel berbintang di Bandar Lampung : Hotel Sahid, Marcopolo, dan Indra Puri. Akhirnya 18 Agustus 1991 bertempat di Rakata Room Sahid Hotel, diselenggarakan WISUDA 155 tamatan yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung Bapak Man Hassan.

Tamatan perdana inipun lalu menyebar mancari pekerjaan ke P. Batam, P. Bangka, Bukit Tinggi, B. Lampung, Jakarta, dan Kota-kota besarlainnya. Pengalaman indah tak terlupakan dengan putra-putri sulung KRIDAWISATA memasuki dunia Pariwisata. Kridawisata berjuang keras mencarikan mereka lowongan kerja.

II. PERIODE 1991 – 2001 di Kampus KRIDAWISATA

Jl. Ki Maja, Way Halim Bandar Lampung

Setelah menamatkan angkatan I dengan susah payah, KRIDAWISATA memulai babak baru dengan memiliki Kampus sendiri di Jl. Ki Maja No. 8, Way Halim. Tahun 1991 – 1997 adalah perjalanan manis menuju ke puncak prestasi di bidang pendidikan dan pariwisata.

PUNCAK PRESTASI :

MENGANGKAT RAKYAT KECIL

Secara perlahan tetapi pasti nama Kridawisata mulai dikenal oleh masyarakat Lampung maupun dunia pariwisata khususnya perhotelan. Selama periode 1991 – 1997 jumlah peserta didik stabil yakni diseputar 100 orang per tahun. Dari sekian jumlah alumni, ternyata mereka umumnya kuliah dengan berjalan kaki. Hanya satu dua orang mengendarai sepeda motor, apalagi diantar-jemput dengan mobil. Mereka adalah rakyat kecil yang mau berjuang untuk mengangkat dirinya menjadi lebih baik. Kerjasama dengan hotel-hotel berbintang semakin meluas, mulai dari pulau Batam, Bukit tinggi, Pulau Bangka, Kota Bandar Lampung, Anyer, Jakarta, Yogyakarta, Bali, hingga ke Makasar. Melalui kerja keras ini penempatan bekerja para alumni semakin membaik pula. Hampir setiap tahun masuk permintaan tenaga karyawan Hotel dari Pulau Batam. Jumlahnya setiap kali antara 30-40 orang.

Itu menandakan kwalitas pendidikan dan pelatihan Kridawisata memenuhi tuntutan pasar. Pada tahun 1997 tercatat 300 alumni Kridawisata bekerja di Pulau Batam. Di Lampung sendiri, alumni Kridawisata ikut mengisi kebutuhan hampir semua Hotel yang ada. Perlu dicatat 2 hotel cukup terkenal di Bandar lampung mengambil hampir 30 % karyawannya dari tamatan Kridawisata.

MASA KRISIS 1998 – 2000

Juni 1998 sebuah Hotel baru di P. Batam kembali memesan 40 karyawan dari Kridawisata. Setelah semuanya dipersiapkan secara matang, ternyata "pesanan" tersebut dibatalkan secara mendadak. Mengapa? Ternyata krisis moneter 1997 berdampak keras. Hotel yang dibangun melalui konsorsium modal Indonesia – Singapore – Australia terpaksa harus dibatalkan karena alasan moneter. Inilah pertanda datangnya krisis di bidang pariwisata dan secara khusus bidang perhotelan.

Pada tahun 1999 sebuah Hotel berbintang di Bandar Lampung pernah meliburkan hampir 50% karyawannya, karena jumlah tamu menurun mendekati titik nol. Masa "pedih" ini juga harus dialami oleh KRIDAWISATA. Namun hal itu bukanlah akhir dari segala-galanya. Kridawisata disadarkan bahwa pada saat krisis melanda, ia harus menoleh kebelakang sambil mengadakan refleksi ke dalam diri sendiri. Kesimpulannya : Kridawisata harus berbenah diri. "Barang jualan Kridawisata sudah berusia kurang lebih 10 tahun". Ia sudah menjual klise yang sama selama kurun waktu yang panjang. Harus ada perbaikan, pembaharuan total. Inilah saat yang tepat untuk membangun paradigma baru dalam pendidikan.

LAHIRNYA PARADIGMA BARU

Krisis global yang menciptakan kemiskinan menyadarkan KRIDAWISATA bahwa disekitarnya ada jutaan orang yang jatuh miskin yang membutuhkan uluran tangan untuk bisa bangkit. KRIDAWISATA mencoba mengangkat sekelompok kaum muda untuk bangkit melalui budaya hidup jujur, disiplin, terampil dan bekerja keras agar bisa mandiri. Inilah gerakan arus bawah yang mencoba menentang budaya hidup korup yang cenderung malas, tidak jujur, dan tidak disiplin. Siswa ditempa untuk bisa makan dari kucuran keringatnya sendiri.

Proses hidup jujur, disiplin, terampil dan kerja keras inilah menjadi misi baru KRIDAWISATA, yang harus dilaksanakan dengan tekun oleh siswa, agar mampu menjadi kader yang mandiri di tengah masyarakat.

Mimpi ini diterjemahkan kedalam gerak operasional Kridawisata yang baru.

III. KAMPUS BARU : SEKOLAH

DENGAN TRAINING HOTEL DAN TRAINING TOUR & TRAVEL SEJAK 2001

Sejak 31 Juli 2001 Kampus baru di Jl. Urip Sumoharjo mulai dibangun dengan segala keterbatasan dana.

31 Juli 2002 : berdirilah lantai dasar Kampus baru yang terdiri dari :

  • 2 ruang belajar, yang sekaligus bisa menjadi Meeting Room Training Hotel.
  • 1 Kantor guru
  • 1 Kitchen
  • 1 Restaurant
  • 1 Front Office
  • 8 Rooms (Kamar Hotel) yang disewakan untuk umum.

SMIP KRIDAWISATA

KURIKULUM : 40% teori – 60% praktek PAKET 4 TAHUN SAMPAI D I

Pendidikan dimulai dari tingkat pendidikan menengah yaitu SEKOLAH MENENGAH INDUSTRI PARIWISATA (SMIP). Para siswa diseleksi dari tamatan SLTP setiap tahunnya sebanyak 40 orang untuk 2 kelas paralel. Setiap kelas hanya menampung 20 siswa, dengan tujuan agar siswa sungguh-sungguh "disentuh" secara personal.

Diruangan belajar mereka menerima teori Perhotelan dan Jasa Pariwisata, Etika, Bahasa – bahasa asing (Inggris, Perancis, Jepang, Mandarin, Italia, dan Jerman), sebanyak 40% dan 60% berikutnya merupakan kegiatan praktek di Training Hotel dan Tour & Travel Kridawisata, dan di Hotel-hotel berbintang diluar Kampus. Ratio kurikulum 40% teori dan 60% praktek diharapkan dengan cepat akan menempa para siswa untuk menjadi profesional di bidangnya.

Hal ini sangat dimungkinkan oleh adanya TRAINING HOTEL dan TRAINING TOUR & TRAVEL dimana siswa berkesempatan melaksanakan praktek sampai "puas", dibawah bimbingan guru-guru yang sabar dan tak pernah marah kepada siswa.

Tanpa Iuran Bulanan

Sekolah membutuhkan dana yang sangat besar. Diharapkan Training Hotel dan Training Tour & Travel Kridawisata mampu menutupi biaya tersebut melalui karya para siswa selama 3 tahun. Siswa/I mendapatkan tugas piket sesuai dengan kemampuannya di kelas I, II, dan III. Siswa "bekerja" di Training Hotel dan Tour and Travel-nya sendiri guna mendapat sejumlah dana yang dibutuhkan untuk biaya pendidikan. Orang tua membantu dengan berpartisipasi pada awal tahun di kelas I.

Secara perlahan tapi pasti, KRIDAWISATA akan melengkapi dirinya dengan 12 rooms / kamar hotel di lantai II (2004-2006). Selanjutnya 2007-2008 akan menyelesaikan lantai III untuk keperluan pembekalan teori berupa :

  • 1 Hall / Aula
  • 6 Ruang belajar
  • 1 ruang perpustakaan
  • 1 ruang komputer
  • 1 ruang alat / peragaan
  • 1 kantin
  • 1 laundry
  • 1 ruang kegiatan

dengan ini siswa/i diharapkan akan merasa "kerasan" di Kampus untuk membekali dirinya sebelum terjun ke dunia Pariwisata, bersama guru-gurunya yang ramah dan penuh perhatian.


SUATU PROSES PENDIDIKAN

"Rakyat kecil mengangkat taraf hidupnya melalui kerja keras yang berkesinambungan".

Demikianlah diharapkan setiap tahun SMIP Kridawisata akan menempa 120 siswa : 40 siswa kelas I, 40 siswa kelas II, dan 40 siswa kelas III, yang secara berjenjang saling membantu dan saling mengangkat dalam semangat kekeluargaan KRIDAWISATA. Pendidikan SMIP dijadikan satu paket 4 tahun dengan Program D I.


PROGRAM SATU TAHUN (D I) PARIWISATA

Setelah menamatkan SMIP dalam 3 tahun, pendidikan dan pelatihan tamatan SMIP masih harus dilanjutkan dalam rangka pendewasaan siswa secara mental dalam menghadapi dunia kerja. Dalam 1 tahun berikutnya mereka akan dibekali teori kepribadian, excellent service, kewirausahaan, dan bahasa-bahasa asing, selama 4 bulan sebelum terjun On The Job Training selama 8 bulan untuk secara khusus membidik sasaran baru yaitu "lowongan bekerja". Inilah akhir dari paket 4 tahun yaitu siap bekerja.


PROGRAM TIGA TAHUN (D III) PARIWISATA

KRIDAWISATA tetap memonitor dan mendampingi para alumni yang telah menyebar di hotel-hotel di seluruh Indonesia. Hampir di setiap hotel dipantai Anyer bisa ditemui alumni Kridawisata yang sudah bekerja. Mereka selalu menuntun "adik-adiknya" yang baru memasuki dunia pariwisata selama Job Training atau mulai bekerja. Bagi alumni yang minimal sudah bekerja 3 tahun di hotel dengan prestasi baik, Kridawisata menyediakan kesempatan mendapatkan certificate D III dengan sistem "jarak-jauh". Mereka yang berminat diberikan daftar referensi buku-buku terbaru perhotelan. Ujian-ujian dilaksanakan melalui korespondensi Pos dan pada akhir tahun mereka wajib menyerahkan "Karya Tulis" dengan bobot tertentu, sebagai bukti refleksi yang benar dan mendalam dari seorang alumni Kridawisata yang telah bekerja minimal 3 tahun di hotel. Secara akademis mereka sudah berkuliah 1 tahun untuk Program D I, 1 tahun berikutnya untuk Program D III, dan melaksanakan " Job Training" selama bekerja di Hotel (minimal 3 tahun).

Sebenarnya mereka sudah sangat profesional dan pantas mengantongi Certificate D III, yang sangat diperlukan untuk peningkatan karier. Angkatan I D3 Pariwisata KRIDAWISATA telah di wisuda 28 Januari 2005 sebanyak 30 orang alumni dari angkatan I – angkatan X.

SEBUAH MIMPI MENJADI KENYATAAN Tahun 2010 KRIDAWISATA AKAN MENJADI TEMPAT PENDIDIKAN & PELATIHAN PARIWISATA TELADAN, karena : berkualitas, murah, mandiri dan dicintai masyarakat Lampung

Setelah 10 tahun berjuang menyelesaikan pembangunan sarana prasaran pendidikan lantai I, II, III, diharapkan KRIDAWISATA akan menjadi SEKOLAH "mandiri" yang mampu membiayai dirinya sendiri dan mempersiapkan siswa/I untuk mandiri melalui proses yang panjang : belajar serius dan bekerja keras.

  • Lantai I : telah dibangun tuntas dengan biaya sendiri.
  • Lantai II : sedang dibangun dengan biaya 50 % sendiri dan 50 % bantuan pemerintah dan donatur.
  • Lantai III : akan dibangun dengan biaya sendiri.

Kampus KRIDAWISATA I di Jl. Urip Sumoharjo, Bandar Lampung akan menjadi PROTOTIPE Kampus Kridawisata II, III, IV, dst… disegenap pelosok Propinsi Lampung.

Setiap kampus KRIDAWISATA akan melayani rakyat kecil dalam usaha mengangkat kaum mudanya mencapai tingkat hidup yang lebih baik melalui pariwisata.

Mari membangun Lampung melalui dunia pendidikan yang baik dan murah. Sebab banyaklah mereka yang sangat menderita dan memerlukan uluran tangan kita, menuju hari esok yang lebih baik.


SOLIDARITAS ALUMNI KRIDAWISATA

Pada setiap acara wisuda, adik kelas bertugas untuk mempersiapkan seluruh rangkaian acara penting ini bagi kakak kelasnya. Kegiatan adik kelas ini bertujuan untuk lebih dekat mengenal perjuangan sang kakak dan menimba pengalaman dari pendahulunya.

Salah satu upacara yang menyentuh mereka adalah penyerahan bendera estafet dari sang kakak kepada sang adik. Suatu sentuhan solidaritas bahwa mereka adalah satu keluarga : KELUARGA KRIDAWISATA. Mereka diharapkan mampu saling tolong-menolong. Sang kakak yang sudah berhasil wajib membimbing sang asik baik selama Job Training di Hotel maupun dalam mencari pekerjaan.

Seorang senior Angkatan I Kridawisata yang sudah bekerja di Hotel di kawasan Anyer merasa bangga, karena selalu bisa membimbing adik-adiknya selama Job Training dan selama bekerja. Bahkan ia siap mencarikan tempat kost bagi "pendatang baru" yaitu adiknya, dalam keluarga KRIDAWISATA. Ia tidak minta honorarium, tapi sudah sangat bangga karena punya kesempatan berbuat baik.

Jiwa dan semangat solidaritas ini telah ditanamkan dan bertumbuh dalam hati setiap "Kridwisatawan dan Kridawisatawati" sepanjang masa. Alangkah indahnya hidup sebagai saudara.

Perjuangan panjang ini dijiwai oleh spirit seorang pendidik sejati yaitu Ignas Loyola yang memiliki motto :

"AD MAIOREM DEI GLORIAM"

artinya : "Marilah selalu berupaya untuk lebih memuliakan Tuhan dengan mengangkat mereka yang lemah" Semoga !.

 

Bandar Lampung, 31 Juli 2004

 

ttd.

Drs. P. Nyoman Giri, M.S.

Pendamping Kridawisata sejak awal

 

LOUNGE

GEDUNG KAMPUS KRIDAWISATA

KANTIN

DAPUR PRAKTIK